welcome to my life

April 6, 2006

Bulan Dan Bintang

Filed under: D y n a

Kami selallu bertegur sapa dalam kesenyapan malam. Mengakrabi nyinyir angin yang mengganggu kemesraan kami dengan hembusannya. Kadang ia membisikkan kegelisahan yang memagutku sampai aku menelusup di balik selimut.
Aku tahu, diriku bukanlah tentang segalanya ketika dia memanggangku dengan siinar matanya hingga aku mengabu tak bersisa.
Wahai, siapakah pemilik muslihat penuh dusta ini hingga menghilagkan kedirianku, mengusikku saat mencari kedalaman kelam pada langit malam.
Aku hanya rinai hujan yang tak akan pernah sampai padanya, pada bulan, pada bintang. Hanya kembali pada bumi.
Jika terjebak pada kelam awan dan dingin hujan, ingatlah masih ada harapan kan indah pelangi dan hangat mentari.
Malam semakin lelah dan suntuk. Ia menelanku perlahan-lahan bersama diriku yang tenggelam dalam pendar senyumnya yang menatah cela pada pekat malam dengan tarian cahaya. Apakah aku sampai pada saat harus mengakhiri kegamangan ini ?
Sennja melepuh dalam hening, seperti juga aku yang membisu dalam percikan bara dirinya yang menghujaniku. Ada kedalaman bola matanya, yang terus menyeretku masuk. Dan selalu setiap ia ada, arus itu akan menari-nari menggodaku untuk bermain-main dan tiba-tiba aku sudah tenggelam dalam pusaran yang diciptakannya.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://dyna.blogsome.com/2006/04/06/bulan-dan-bintang/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Chris M