Hari Ini
Hari Ini
Aku tahu ketika sebagian hatiku dibuat untukmu
Atau hanya sekedar sebagian ruang di benakku tempat engkau berziarah
Aku pun tahu ketika dibangun ruang indah untukmu
Jauh sebelum berita kedatanganmu, untukmu datang atau pergi
Begitulah hari ini ketika lalu lintas otakku macet total
Karena sebuah bongkahan batu besar menghalangi pengekplorasianku
Aku tak lagi bisa menemukanmu…
Meskipun kugunakan alat pelacak dengan presisi tingkat tinggi
Begitulah aku ada yang menjadi sebuah rutinitasku
Atau sekedar pengisi ruang-ruang tidur tak termanfaatkan
Begitulah aku berubah dari pecundang menjadi pahlawan
Yang terkadang mengisi ruang-ruang kosong
Berjuta-juta ruang dalam benakku dan ruangmu
Dan akupun belum memasuki keseluruhannya
Dan pun katanya samudera melingkupinya,
Baik dalam atau tepinya tak terhingga
Kuharap engkau datang
Membawa lukisan dan piala yang berisi kesejukan salsabila
Tak usah engkau bahasakan atau bunyikan
Karena bak DNA ia mempunyai pasangan-pasangan abadi di hatiku
Aku yang mempunyai kunci di ruangmu
Namun engkau boleh datang kapan saja
Pagi, petang atau malam, dalam sadar atau tidurku
Engkau yang terbebas dari segala ikatan…
Aku dengan sayap renta namun bisa teregenerasi
Aku yang terikat oleh masrik dan magrib
Kadang aku terganggu untuk memasuki Iran
Kota megah dengan dinding dan tiang-tiang tinggi
Begitupun siang hari ini atau siang kemarin
Telah kukumpulkan bongkahan-bongkahan hikmah
Karena semuanya tetap mengalir
Aku tak ingin ia beku…
Aku yang rindu padamu
Thanks’s to K’Al
