welcome to my life

June 23, 2005

Renungan Subuh

Filed under: D y n a

Saat subuh memang membikin otak kanan mungkin bekerja lebih maksimal, lebih jernih. Membuat banyak “pengkhayal” mendapatkan lebih banyak inspirasi.
Seperti saat ini, tiba-tiba jemari tak tertahankan untuk menyentuh dan lalu menari-nari diatas tuts untuk sebuah tulisan ini…
Yang menginspirasi jemari, hanyalah sebuah lirik lagu. Untuk sebagian orang, lirik ini mungkin terkesan utopia. Datar saja, karena bukankah insan-insan sastra paling menghargai perbedaan ide dan kebebasan berekspresi ?

Lirik ini milik grup Element; Cinta Sejati
**************************************************
Cinta sejati yang bisa,…bla bla bla,…
Hanya cinta sejati yang bisa,…bla bla bla,…
Seperti itulah Cintaku untuk dirimu,…bla bla bla,…
Dan bila engkau telah mengerti,…bla bla bla,…

Hingga kuterkesima pada bait terakhir ini :

Hingga setiap nafas yang mengalir di tubuhmu
Mengandung Cinta dari Yang Kuasa,…
*********************************************
Entah penyair mana yang menginspirasi para pemusik ini. Mungkin “Sang Guru dari hutan cedar suci”.
Semua orang termasuk aku, berkeinginan untuk hal maha mulia ini…mencintai. Ya, mencintai dalam pemaknaan yang maha luas, tentunya.
Tapi terkadang, aku masih tak perduli pada anak jalanan dan pengemis yang mengharap recehan. Jika hati mengharu, aku mencoba berdalih : “Ah, mereka cuma anak-anak yang dieksploitasi suatu sindikat pemeras dan penipu.” Bisa jadi dalihku benar, tapi bagaimana bila tidak demikian ?
Juga terkadang, aku tiada berbelas kasih pada teman yang kuanggap bebal dan terlalu egois dan membiarkan dirinya menjadi incaran, juga dibenci. Maka, ke mana gerangan ketulusan persahabatan menguap ?
Dan terkadang pula, aku harus menanggalkan rasa untuk suatu tujuan politis yang mengakomodir kepentinganku namun merugikan orang lain. Maka, di manakah Cinta ?
Atau terkadang, aku memberi dengan berharap menerima sesuatu yang setimpal dan bahkan mungkin melebihi dari yang kuberi. Maka, dekatkah harapan untuk menjadi orang yang terpilih dan yang terkasih ?
Adalah sebuah keinginan tulus, agar setiap nafas yang mengalir dalam tubuh ini mengandung Cinta dari Penguasa tertinggi alam semesta.
Agar mata hati terbuka,..
Melebihi para Sufi,…
Melebihi para Pendeta,…
Melebihi para Biksu,…
Bahkan melebihi para filsuf, yang paling kaya teori sekalipun.
Ya, tanpa perlu merasa sebagai yang paling benar ! Ataupun paling dekat dengan Yang Kuasa,..
Karena kebenaran tertinggi itu adalah Cinta itu sendiri,…sementara Cinta dirasakan lewat tindakan. Bukan kata-kata indah, sebesar apapun makna yang terkandung di dalamnya.
Semoga.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://dyna.blogsome.com/2005/06/23/renungan-subuh/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Chris M