Petuah Cinta
masih sendiri ku di sini,
sengat tajam dingin menerobos hati,
angin sayu mengiring rembulan berlalu
ruang sempit tak berdinding terus mengekang,
ada hati yang resah gundah,
mengharap asa yang tak pernah pagi
ada penat meronta buas tak terhalang,
memaksa nyali melupakan akal,
tak terasa hati telah leleh dari beku,
bak karang terjal hancur karena buih,
menyisakan pasir putih yang terbawa ke alam mimpi,
mimpi yang tak pernah nyata
kawan, hati bukanlah buih di bebiruan,
hati adalah karang terjal,
meski kokoh berbentang,
meski angkuh, tapi rapuh oleh buih
akan berkeping jua oleh buih menerpa
*************************
buih…
sekuat apapun kau memaksa untuk kau miliki
dia akan tetap sirna,
sekuat apapun kau memaksa untuk kau hilangkan,
dia akan tetap ada,
itulah cinta….
sobat……
jika kau memendam perasaaan yang membuatmu jadi seorang pengecut yang hanya berani bersembunyi di balik senyummu yang hambar,
jika kau menahan rasa yang selalu kau nomor sekiankan karena melihat sikap dan senyumnya yang membuatmu bernyali ciut,
jika kau terpaksa mengurung harapan hanya karena takut kehilangan sebuah hubungan yang kau inginkan lebih dari yang telah ada,
tak peduli kau laki-laki atau perempuan,
dengarkan hatimu.
asalkan dia masih hidup dan di manapun dia berada, yang kau butuhkan hanya sedikit melupakan harga diri, gengsi dan egomu.
karena itu semua TAK PERNAH lebih mahal dari sebuah PENYESALAN
apapun hasilnya, itu berarti kau telah adil pada hatimu.
Semua pasti akan lebih baik, terlebih untuk hatimu,
karena kau telah mencoba mengangkat ke permukaan
tentang apa yang menjadi hak hatimu,
meski mungkin bukan akalmu.
