welcome to my life

March 30, 2005

Jika Kau…

Filed under: D y n a

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya
dari usaha yang sepertinya sia-sia
Allah tahu betapa keras engkau sudah berusaha

Ketika kau sudah menangis sekian lama
dan hatimu masih terasa pedih
Allah sudah menghitung air matamu

Jika kau berpikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu
dan waktu serasa berlalu begitu saja
Allah sedang menunggu bersama denganmu

Ketika kau merasa sendirian
dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon
Allah selalu berada di sampingmu

Ketika kau berpikir bahwa kau sudah mencoba segalanya
dan tidak tahu harus berbuat apa lagi
Allah punya jawabannya

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal
dan kau merasa tertekan
Allah dapat menenangkanmu

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan
Allah sedang berbisik kepadamu

Ketika segala sesuatu berjalan lancar
dan kau merasa ingin mengucap syukur
Allah telah memberkatimu

Ketika sesuatu yang indah terjadi
dan kau dipenuhi ketakjuban
Allah telah tersenyum padamu

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi
dan mimpi untuk digenapi
Allah sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu

Ingat bahwa di mana pun kau berada atau ke mana pun kau menghadap
Allah Maha Tahu dan Maha Mendengar

March 28, 2005

Setahun Kemarin

Filed under: D y n a

Di suatu pagi yang tak begitu cerah, aku terbangun terburu-buru, waktu menunjukkan sekitar 07.30 yang berarti 1/2 jam lagi kartu check lock di tempat kerja menandai merah, sementara waktu tempuh dari rumah ke tempat kerja sekitar 1 jam.
Tak terhiraukan lagi apakah bed cover telah dirapikan, apakah badanku bersih setalah mandi bahkan aku tak mengingat apa gigi telah tersikat atau belum ? Yang aku ingat hanya cepat, cepat, dan cepat, sebelum berpakaian motor aku starter sebentar untuk memanaskan mesinnya.
Bak penjahat yang dikejar-kejar motor kupacu dengan kecepatan yang tak stabil, yang terbayang hanya pandangan sinis dan teguran dari managemen kantorku ketika kartu check lock memberi tanda merah pada saat sampai di tempat kerjaku.
Melintas di jalan yang padat, mencoba menyalib kendaraan lain dan mengejar kendaraan lain yang berusaha melewati. Hujan gerimis menambah ketidakstabilan jalan raya yang padat di pagi hari. Sekitar beberapa meter di depanku mobil minibus hitam perlahan berhenti mengikuti alur kendaraan yang masuk dari pertigaan seberang jalan.
Mencoba mengikuti laju motor yang berpapasan denganku kucoba menyalib kendaraan yang perlahan berhenti tadi. Perhitunganku ternyata tak tepat, jalan bergelombang dan mobil kijang gold dari arah berlawanan terlalu dekat, rem kemudian aku injak, plus rem tangan. Mungkin rem tangan terlalu pakem sehingga ban belakang sepeda motor yang kukendarai slip dan tiba-tiba aku terjatuh…………………………………
Motor terseret lebih cepat dari pada tarikan gravitasi terhadap badanku sehingga motor terjatuh beberapa meter dari aku yang aku ingat hanya tanganku berbenturan dengan salah satu bagian dari mobil kijang gold dari arah depanku…………………
Beragam hal melintas di benakku, mulai dari waktu terlambat semakin panjang, macet di jalan di tempat kejadian, kerusakan motor, atau mungkin akan berurusan panjang dengan polisi di lokasi itu. Tapi tiba-tiba……………………… nyeri menjalar dari radius (tulang) tangan kanan…………………………………………
Aku hanya mencoba menenangkan diri, tapi rasanya semakin perih ketika kulihat ternyata posisi tulang tanganku tidak seperti semula…akh…mungkin hanya keseleo… Tapi orang di sekitar jalan itu bahkan lebih panik… Beberapa orang mencoba membawaku ke pinggir jalan dan mencari pertolongan untuk membawaku segera ke rumah sakit.
Ketika aku tersadar, tim dokter telah menggips / menyemen dan memasangkan mytella / tali penggantung di daerah leher, dan menurutnya harus menonaktifkan fungsi fisologisnya sekitar 3 bulan…………………………
Subhanallah…aku hampir saja kehilangan fungsi tanganku. Aku hampir saja cacat dan tak dapat bekerja dengan tangan kananku. Atau mungkin aku meninggal seketika jika bukan tanganku tapi bagian vital dari tubuhku yang berbenturan keras dengan bagian kijang gold itu.
Subhanallah…bukan hanya terlambat tapi tak masuk untuk selamanya, cerita hidupku berhenti saat itu juga.
Subhanallah…sangat tipis perbedaan antara sehat dan sakit, tipis perbedaan antara tenang dan terburu-buru, juga ingat dan lupa. Tapi konsekuensinya tak sekecil dari yang aku kira.
Cerita ini terjadi setahun lalu ketika aku tidak punya persiapan untu kehilangan sesuatu yang berharga dari diriku……Bagaimana jika tidak hanya fungsi tangan ? Tapi seluruh hal yang menurut kita adalah milik kita meskipun bukan !
Kejadian ini bisa saja terjadi kapan saja pada siapa saja ! Siapkah kita ?????
Kenapa kita tidak berfikir untuk memanfaatkan fungsi organ yang diberikan kepada kita sebelum Ia mengambilnya. Sekarang, ya sekarang………

March 22, 2005

Bertemu, Cinta, Rindu, Mengapa ?

Filed under: D y n a

Kau tanya aku, mengapa kita harus bertemu ? Aku diam.
Kukira engkaupun tidak perlu bertanya, dan tidak perlu menjawab.
Waktu mengantar kita untuk bertemu.
Dan, kala engkau dan aku jatuh cinta. Itu soal lain.
Dan, saat kita menyadari cinta itu adalah bukan rel milik kita, kita menganggap, itu soal lain.
Kita lalui, kita jalani. Seakan tanpa beban.
Padahal di lubuk hati, di kalbu, di keseharian kita, resah itu ada.
Kemarin, saat engkau berjanji untuk bertemu, melepas rindu. Akupun mengiyakan, menyetujui.
Engkau katakan, aku gelisah. Ingin melepas, tapi tak kuasa.
Aku katakan, akupun begitu. Aku ingin, tapi kurasa aku tak mampu.
Pertemuan itu, kurasa hanya indah di angan. Tapi tiada akan meringankan rindu.
Aku kadang ingin, ya, kadang ingin, rindu itu ada, hanya sebatas ada. Engkaupun begitu.
Tapi tak lama, saat lain kau katakan tak bisa pindah. Tak bisa melepas jeratan rasa.
Aku ? Iya ! Akupun begitu.
Saat kau tanya lagi. Sebenarnya mengapa kita harus bertemu ?
Apakah hanya untuk menderita rindu ?
Aku tak bisa menjawab, tetap termangu.
Dan…Rindu itu sepertinya tak pernah berlalu.

Aku Adalah…

Filed under: D y n a

Aku adalah burung yang terbang di musim gugur untuk mencari daerah yang lebih hangat.
Menciumi matahari, udara, embun, dan awan-awan putih.
Aku adalah burung yang sayapnya lelah lalu bertengger di dahan yang rapuh.
Aku adalah burung merak yang angkuh mengibaskan ekornya, menantang semua yang memandang.
Aku diri, angkuh dalam ketakbermaknaan hidup.
——————————————————————————–
Hari ini aku menjadi burung pipit kecil berwarna kecoklatan yang baru saja melatih otot-otot sayap untuk terbang. Aku terbang berputar seperti gasing, mengoyak udara, menukik merobek cakrawala. Pipit kecil sedang mencari negeri yang bernama negeri cinta atau negeri bahagia.
Aku adalah burung pipit kecil yang merindukan berita-berita cinta. Meloncat dengan loncatan-loncatan kecil di antara ranting pohon yang berdekatan. Sesekali terbang sambil mengembangkan sayap menjajal keberanian bertualang.
Aku adalah burung camar yang terbang di atas lautan luas, menukik tajam menyesap air laut berikut ikan-ikannya yang mengenyangkan. Kubiarkan air laut menyesah tubuhku dan aku terbang kembali tanpa basah. Aku mencari sesuatu yang sampai saat ini tak segera kutemui.

Sebelum Kamu Mengeluh

Filed under: D y n a

Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa,
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda,
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,
Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan.

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

Dan di saat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa…

Kita semua menjawab kepada Sang Pencipta
Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup !

Life is a gift…
Live it…
Enjoy it…
Celebrate it…
And fulfill it.

Bertemu, Cinta, Rindu, Mengapa ?

Filed under: D y n a

Kau tanya aku, mengapa kita harus bertemu ? Aku diam.
Kukira engkaupun tidak perlu bertanya, dan tidak perlu menjawab.
Waktu mengantar kita untuk bertemu.
Dan, kala engkau dan aku jatuh cinta. Itu soal lain.
Dan, saat kita menyadari cinta itu adalah bukan rel milik kita, kita menganggap, itu soal lain.
Kita lalui, kita jalani. Seakan tanpa beban.
Padahal di lubuk hati, di kalbu, di keseharian kita, resah itu ada.
Kemarin, saat engkau berjanji untuk bertemu, melepas rindu. Akupun mengiyakan, menyetujui.
Engkau katakan, aku gelisah. Ingin melepas, tapi tak kuasa.
Aku katakan, akupun begitu. Aku ingin, tapi kurasa aku tak mampu.
Pertemuan itu, kurasa hanya indah di angan. Tapi tiada akan meringankan rindu.
Aku kadang ingin, ya, kadang ingin, rindu itu ada, hanya sebatas ada. Engkaupun begitu.
Tapi tak lama, saat lain kau katakan tak bisa pindah. Tak bisa melepas jeratan rasa.
Aku ? Iya ! Akupun begitu.
Saat kau tanya lagi. Sebenarnya mengapa kita harus bertemu ?
Apakah hanya untuk menderita rindu ?
Aku tak bisa menjawab, tetap termangu.
Dan…Rindu itu sepertinya tak pernah berlalu.

Thank You…

Filed under: D y n a

Aku selalu berpikir tentang keindahan dalam sebuah syair. Aku selalu memikirkan teriakan jiwamu yang haus syair syahdu. Aku selalu berpikir untuk mengetuk hatimu dengan penghayatanku. Aku selalu berusaha membuat kau meratap, tersedu, terbahak, dan terguncang. Hari ini aku tidak mau berpikir. Aku ingin membiarkan jiwaku, perasaanku, dan imajiku bermain sesukanya. Boleh kan kalau hari ini aku tidak peduli dengan apa yang kau mau ? Bagaimana kalau kali ini kau yang mengikuti permainanku ? Tidak usah kau pakai kartu dan dadu untuk permainan ini. Cukup kau pakai intuisi dan kepekaan mata, hati, dan telinga untuk membaca syairku. Aku yakin kita bisa sama-sama menikmatinya tanpa harus memikirkan keinginan satu dengan yang lain. Amati baik-baik lirikku ! Kalau di dalamnya tidak terdapat apa-apa, itu bukan salahku. Salahmu sendiri yang tidak bisa menikahkan khayalku dengan khayalmu. Semua syair dan lirik di dunia ini tidak ada yang buruk. Yang buruk adalah perasaanmu yang selalu menghakimi tanpa bisa memberi contoh. Tidak salah kiranya kalau aku ingin menyumbangkan sesuatu untuk seniku ? Aku masih belum mau berhenti membangkitkan roh-roh dalam tulisanku. Karena itu adalah tugasku. Kau tahu apa tugasmu ? Tugasmu adalah memuji dan mencela. Maka lakukanlah itu ! Dunia ini sangat indah karena kau dan aku. Semua sudah memainkan perannya dengan baik. Kita tinggal menunggu Sang Pencipta menghentikan babak-babak ini. Aku percaya segala sesuatu yang aku buat pasti akan berdampak pada diriku sendiri, aku juga percaya semua yang aku dapat hingga saat ini adalah hasil kerja keras dan dukungan dari semua pihak. Rumput di halaman rumahku pasti akan berhenti tertunduk malu, bila aku menjadi orang yang tahu diri dan tahu berterima kasih. Aku juga paham kalau ucapan terima kasih itu tidak terlalu penting. Yang penting adalah isi hati dan ketulusan. Tapi aku tidak dapat mengungkapkan semua itu dengan transparan. Karena dadaku tidak terbuat dari plastik tipis yang menerawang sehingga orang bisa melihat dalamnya hatiku. Jadi sekarang aku ingin sekali mengungkapkan terima kasihku pada semua yang telah menjadikan aku seperti ini. Tulus atau tidaknya ungkapanku hanya aku dan Tuhan yang tahu. Bisa juga kau mempercayai ungkapanku sebagai sesuatu yang tidak bullshit. Tapi kau harus menjadi seseorang yang menghiasi hatimu dengan pikiran yang positif tanpa praduga yang tak beralasan.

Petuah Cinta

Filed under: D y n a

masih sendiri ku di sini,
sengat tajam dingin menerobos hati,
angin sayu mengiring rembulan berlalu
ruang sempit tak berdinding terus mengekang,
ada hati yang resah gundah,
mengharap asa yang tak pernah pagi

ada penat meronta buas tak terhalang,
memaksa nyali melupakan akal,
tak terasa hati telah leleh dari beku,
bak karang terjal hancur karena buih,
menyisakan pasir putih yang terbawa ke alam mimpi,
mimpi yang tak pernah nyata

kawan, hati bukanlah buih di bebiruan,
hati adalah karang terjal,
meski kokoh berbentang,
meski angkuh, tapi rapuh oleh buih
akan berkeping jua oleh buih menerpa

*************************
buih…
sekuat apapun kau memaksa untuk kau miliki
dia akan tetap sirna,
sekuat apapun kau memaksa untuk kau hilangkan,
dia akan tetap ada,
itulah cinta….

sobat……
jika kau memendam perasaaan yang membuatmu jadi seorang pengecut yang hanya berani bersembunyi di balik senyummu yang hambar,
jika kau menahan rasa yang selalu kau nomor sekiankan karena melihat sikap dan senyumnya yang membuatmu bernyali ciut,
jika kau terpaksa mengurung harapan hanya karena takut kehilangan sebuah hubungan yang kau inginkan lebih dari yang telah ada,
tak peduli kau laki-laki atau perempuan,
dengarkan hatimu.
asalkan dia masih hidup dan di manapun dia berada, yang kau butuhkan hanya sedikit melupakan harga diri, gengsi dan egomu.
karena itu semua TAK PERNAH lebih mahal dari sebuah PENYESALAN
apapun hasilnya, itu berarti kau telah adil pada hatimu.

Semua pasti akan lebih baik, terlebih untuk hatimu,
karena kau telah mencoba mengangkat ke permukaan
tentang apa yang menjadi hak hatimu,
meski mungkin bukan akalmu.

Suara Tak Bersuara

Filed under: D y n a

Aku ingin bermain-main saja di sini.
Menemukan sesuatu kemudian membawanya pulang.
Pulang ke tanahku. Tanahku ! Yang menumbuhkan pohon-pohon ketamakan.
Yang menumbuhkan bunga-bunga cinta yang bermekaran.
Yang menumbuhkan aroma busuk, aroma wangi, bermacam-macam.

Aku ingin membawakan untukmu.

Aroma wangi, bunga cinta yang bermekaran.
Tapi, apa lacur?
Kadang aroma busuk dan ketamakan itu yang kugenggam.

Pernah, suatu waktu.
Kau lemparkan segenggam putik yang hampir mekar
Kujemput, mengharap akan mekar
Orang berteriak : haram jadah ! Itu tak pantas untukmu
Aku diam dalam tanya
Sungguh, bagiku engkau tidak pantas mendapatkan itu, bidadari

Kenangan akan duka dan ceria itu
akan menempel di langit-langit kamarku
Kamarku ? Tepatnya kamar mereka, yang aku tukar dengan keringat pesingku.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Chris M